Harapan Petani Pulau Terpencil Mangoli Menjaga Ketahanan Pangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 23 Desember 2017, 05:14 WIB
Harapan Petani Pulau Terpencil Mangoli Menjaga Ketahanan Pangan
Petani Mangoli Panen Padi/RMOL
rmol news logo Sejak sepekan terakhir petani asli di pulau Mangoli tepatnya Desa Madapuhi Trans, Kecamatan Mangoli Utara melakukan panen padi varietas Ciherang.

Kepala BPTP Balitbangtan Maluku Utara, Bram Brahmantiyo mengatakan kegiatan panen dilakukan di tengah hamparan sawah seluas 45 hektar dengan produktivitas padi rata-rata 5 ton per hektar.

"Sejak ada gerakan upaya khusus, Alhamdulillah petani lokal sangat bersemangat dan hasil padi relatif meningkat meski sawah yang digunakan adalah tadah hujan dengan kondisi drainase yang kurang baik," jelas Bram.

Bram menjelaskan pulau Mangoli merupakan bagian wilayah Kabupaten Kepulauan sula, Provinsi Maluku utara atau tepatnya di utara Pulau Sanana, Ibu Kota Kabupaten.

Untuk menuju lokasi ini harus ditempuh dengan jalur laut. Sebagaimana ciri wilayah kepulauan di Indonesia Timur biaya transportasi yang tinggi menjadi salah satu faktor pembatas dalam distribusi saprodi maupun logistik.

Meski begitu, Bram mengapresiasi upaya Kementan yang peduli terhadap swasembada pangan melalui Program Upsus Pajale.

Untuk selanjutnya, ia berharap Kementan melakukan perbaikan jaringan irigasi di wilayahnya. Hal ini agar petani terus menjaga keberlanjutan budidaya padi.

"Kami bersama tim UPSUS akan terus mendorong petani melalui introduksi varietas unggul baru untuk meningkatkan luas tambah tanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan di Sula," ujar Bram.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Sula, Idris Ahmad Baghuna mengatakan untuk membangun kemandirian pangan di kepulauan Sula dibutuhkan dukungan semua pihak. Termasuk jalur distribusi yang lebih baik.

Menurut Idris, selama ini jalur distribusi pangan di Kepulauan Sula masih mengalami kendala, terutama saat variasi bulanan gelombang laut.

"Target saya adalah membangun pulau-pulau mandiri pangan agar kebutuhan pangan masyarakat tidak dipengaruhi oleh kondisi laut. Saat ini, jika musim ombak maka distribusi pangan antar pulau terhambat," ujarnya. [nes]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA