Anies Dukung Kemudahan Transaksi Non Tunai Di Pasar Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 19 Desember 2017, 11:59 WIB
rmol news logo . Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengapresiasi langkah JAKmikro (www.jakmikro.com) dan T-CASH, PD Pasar Jaya, Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia, KADIN Jakarta yang mau bekerjasama dengan Pemprov DKI dalam memperkenalkan upaya digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam sistem pembayaran di pasar rakyat.

Terlebih menurutnya, salah satu fokus Pemprov DKI adalah pembinaan dan pendampingan kewirausahaan. Khususnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang diharapkan dapat mendukung tercapainya target 200.000 wirausahawan di Jakarta.

"Tentunya visi ini harus didukung bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga komunitas dan pemain industri," kata Anies dalam peluncuran program Pasar Rakyat dan UMKM Go Digital yang di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/12).

Kerjasama yang memberikan edukasi bagi para pedagang pasar rakyat, termasuk pasar modern untuk bertransaksi secara digital menurutnya akan mampu meningkatkan daya saing dari pedagang itu sendiri.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arif Nasrudin menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman bertransaksi di era digital yang mudah, cepat, nyaman dan aman baik bagi para pedagang UMKM maupun para pelanggannya.

Kata dia, melalui program "mikro bina" yakni pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan serta penyediaan platform pembayaran dengan QR Code di pasar modern nantinya dapat mendukung digitalisasi perekonomian rakyat melalui UMKM. Program "mikro apps" juga disediakan sebagai Point of Sales ataumini book keeping dimana di masa yang akan datang terus dikembangkan.

Diungkapkannya bahwa program ini rencananya akan menyasar ke pasar-pasar rakyat yang masih banyak mengandalkan transaksi tunai dan belum memiliki terminal transaksi elektronik. Sebagai langkah awal, program ini diluncurkan di Pasar Modern Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan target 50 pedagang pada saat soft launching.

Para pedagang pun akan dibekali pengetahuan tentang kemudahan dan keamanan serta pendampingan dan pembinaan secara berkesinambungan. Bukan saja mengenai pelaksanaan dan manfaat transaksi digital bagi mereka, tetapi juga untuk meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan untuk meningkatkan daya saing usaha dan mengembangkan usaha UMKM. Untuk para pelanggan T-CASH, program ini akan memberi kenyamanan tersendiri, selain tidak perlu repot bawa uang tunai atau dompet, pelanggan juga bisa mendapatkan keuntungan, misalnya berupa cashback.

"Dengan perkembangan teknologi terkini, kami menyadari pentingnya edukasi dan sesi pendampingan bagi seluruh pedagang di pasar-pasar ini untuk menambah pengetahuan mereka akan tren teknologi terkini. Kami optimis program ini bisa diterima oleh para pedagang, serta membantu mereka untuk menjawab kebutuhan pelanggan dengan lebih nyaman dan cepat," ujar Arif.

Karenanya, Arif mengklaim bahwa program ini juga turut mendukung pemerintah dalam mewujudkan target Presiden Joko Widodo dalam mempercepat tingkat inklusi keuangan hingga mencapai target 75 persen di akhir tahun 2019.

"Program ini juga sejalan dengan fokus pemerintah Indonesia, melalui Bank Indonesia, dalam merealisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk meningkatkan kesadaran akan penggunaan instrumen pembayaran non tunai," pungkas Arif. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA