Arahan itu disampaikan Novanto saat keduanya bertemu di lounge Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada akhir tahun 2010 sampai awal 2011. "Gimana Mas Ganjar. Soal e-KTP itu suÂdah beres. Jangan galak-galak ya," kata Jaksa Burhanudin.
Atas penyampaian terdakwa tersebut, Ganjar Pranowo, bakal calon Gubernur Jateng ini menanggapinya dengan mengatakan, 'Oh gitu ya… Saya nggak ada urusan.' Saat bersaksi di persidangan 30 Maret 2017, Ganjar sempat ditanya hakim soal kegalakannya dalam rapat-rapat pembahasan proyek e-KTP di Komisi II DPR. Menurut Ganjar, saat itu dia hanya menjalankan fungsi pengaÂwasan sebagai anggota DPR. Salah satunya adalah mengenai item-item proyek e-KTP yang dia ragukan saat uji petik.
"Kalau saya temukan ada yang tidak benar, ya saya sampaikan saja," kata Ganjar lugas.
PDIP Prioritaskan Incumbent GanjarPDI Perjuangan akan menÂgumumkan tiga nama calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jawa Tengah pada 17 Desember ini. Nama Gubernur Incumbent Ganjar Pranowo disebut-sebut masih jadi prioritas untuk mendapatÂkan rekomendasi partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengaÂtakan partainya akan memperÂtahankan gubernur berkinerja baik dan berprestasi. Ganjar, menurut Budman, selama ini banyak melakukan program mendukung pembangunan desa. "Saya kira Pak Ganjar, saya bisa pastikan prioritas," kata Budiman, kemarin.
Ganjar memiliki pekerjaan rumah terkait kasus agraria jika kembali menjabat sebagai gubernur Jateng. "Persoalan itu harus dituntaskan saat terÂpilih kembali," lanjutnya.
Selain Ganjar, Bupati Kudus Musthofa juga cukup gencar mempromosikan diri untuk jadi calon gubernur Jateng. "Tapi, urutannya seperti itu tadi (Ganjar jadi prioritas)," beber Budiman.
Terkait PDI Perjuangan beÂlum menentukan langkah di Pilgub Jateng 2018, Budiman tak mau ambil pusing. Ia menolak jika PDIP dikatakan terlambat. "Istilahnya, Jateng itu
save the best for the last," tuturnya.
Artinya, ujar Budiman, bagi PDIP kalah bukan jadi pilihan di Pilgub Jateng 2018. Bahkan, sanÂgat mungkin partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri ini berlaga tanpa koalisi. "Kami di Jateng sudah beberapa kali
single-single-an. It’s work," pungkasnya. ***
BERITA TERKAIT: