Sebab even tahunan yang diselenggarakan Ismaya Group ini mendapat penolakan dari sejumlah LSM dan ormas seperti, Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR ), Gontas, FKDM, Amarta, INFRA, Gemus Betawi, Lembaga Anti Korupsi (LAKRI), Paguyuban Warga Betawi (PWB), dan juga warga Kemayoran.
"Kok Wagub Sandi pernyataannya terus-menerus mendukung DWP ya, ada apa ya? Sebelumnya bilang anaknya kerap hadir di acara DWP, sekarang bilang DWP tak langar aturan dan bisa diizinkan. Mbok ya didengar juga dong aspirasi warganya yang menolak DWP, dan diajak dialog," kata Ketua KATAR, Sugiyanto melalui pesan elektroniknya, Selasa (12/12).
Sugiyanto yang juga mantan Presidium Relawan Anies-Sandi (PRAS) mengaku heran dengan sikap Sandiaga Uno yang tetap pada pendapatnya mendukung penyelenggaran DWP. Padahal acara tahunan yang digelar setiap bulan Desember di JiExpo Kemayoran itu tak lebih hanya acara hura-hura di diskotik yang dipindah ke ruangan yang lebih luas.
Lebih lanjut Sugiyanto mengatakan bahwa penolakan sejumlah LSM, ormas dan masyarakat karena mengangap kegiatan DWP dapat berdampak negatif kepada generasi muda. Karena kegiatan tersebut tidak sesuai dengan budaya Indonesia, juga rawan penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan hanya mendorong kawula muda menjadi generasi yang hedonis.
"Penolakan masyarakat itu bukan tanpa dasar. Sebab even yang diadakan tiga tahun lalu di Kemayoran telah melukai masyarakat Kemayoran. Cara wanita berpakaian minim, berprilaku tidak senonoh diluar area dan hal-hal negatif lainnya. Sebaiknya Wagub Sandi bijak dalam bersikap dan berpikir ulang untuk mengizinkan penyelenggaran DWP," tegas Sugiyanto yang juga Ketua Gerakan Oposisi Untuk Anies-Sandi (Gontas).
[dem]
BERITA TERKAIT: