Polisi Begini Yang Dicintai Rakyat

Gendong Warga Sakit Berobat Sejauh 5 KM

Kamis, 19 Oktober 2017, 08:35 WIB
Polisi Begini Yang Dicintai Rakyat
Iptu Chandra/Net
rmol news logo Belakangan ini, jagat dunia maya kerap dihebohkan dengan aksi-aksi heroik personel kepolisian. Minggu (15/10) kemarin, Kapolsek Bunta, Sulawesi Tengah, Iptu Chandra menjadi perbincangan warga dunia maya.
IPTU Chandra bersama personelnya, membawa Isak Linggi, warga Dusun III Mumpe, Desa Doda, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang sedang sakit menuju puskesmas.

Proses evakuasi yang dilakukan Iptu Candra terhadap warga yang sakit itu memang tidak biasa. Pasalnya, Iptu Candra membawa warga yang sakit itu dengan cara menggendong di punggung bela­kangnya.

Warga yang sedang sakit itu duduk di sebuah tempat duduk yang dirancang dari kayu yang di­gantung di punggung Iptu Candra. Dalam gendongan itu, ia duduk membelakangi punggung Iptu Candra sambil menggenggam pegangan yang ada.

Dari foto yang diunggah, warga sakit berjenis kelamin pria itu tam­pak mengalami luka di bagian kaki. Luka menganga yang dialami pria itu nampak lebar dan dalam, sampai bagian tulang dapat terlihat.

Medan yang berat membuat proses evakuasi itu terlihat tidak mudah. Iptu Candra, yang leng­kap memakai seragam dinasnya itu mesti menyeberangi dan me­nyusuri sungai dengan berjalan kaki sambil menggendong pria itu. Untuk menjaga keseimbangan di aliran air, Iptu Candra memegang sebuah tongkat.

"Jaraknya kurang lebih 5 kilometer. Kami berangkat dari jam 6 pagi tiba sekitar jam 9 pagi," kata Iptu Chandra menjelaskan.

"Alhamdulillah kami tiba di Puskesmas pukul 12.00 WITA. Isak Linggi mendapatkan perawatan medis dr Vermon Pakaya dan staf medis Puskesmas Bunta," sambung Chandra.

Akun Facebook Rendy Languju yang memposting foto-foto aksi heroik Iptu Chandra mendapat belasan ribu LIKE dan komentar dari war­ganet. Akun Facebook Weti Liyanti mengungkapkan apresiasinya pada Iptu Chandra.

"Ini yang patung di contoh buat para pejabat yng tnggi buka cmn ddk santai br pakaian rapi melihat rakyat kecil dalam ke susahan bkn nya di bntu tpi cmn di liat dri kejau­han.." tulisnya. "Ini panutan seorang oknum pak polisi," timpal akun FB Putra Malabo.

"Polisi2 iso ngene iki Indonesia iso maju dan dapat jempol besar. moga bisa buat conto yg lain," tulis akun FB Uki Saputra.

"Gini baru brita bermanfaat.. dari pada bahas pribumi terus... luar biasa pak polisi ini. andai semua polisi punya hati sperti ini... mantap ya pak.. hati mu mulia sekali.." ujar akun FB Kila Lamuela.

"Contoh yg harus diteladani ang­gota polisi lain, jd sahabat masyrakat bukan jadi pemalak disetiap tikun­gan jalan," cuit akun FB Hermadi Madi.

"Ini baru pelindung dan pen­gayom masiarakat semoga Alah memberkati Pak Polsek," kata akun FB Artje Leong.

"Keren ni polisi klo ja polisi d indonesia sprti ini smua, makmur kali kan kan 1000:1, artny yg 99 itu makan duit rakyat doang," kicau akun FB Bam’zz Carvicorn.

Di Twitter, para twepps juga tidak ketinggalan memberikan pujiannya.

"Mantap pak polisi @DivHumasPolri," cuit akun @jamaldarmawan22

"Nilai Plus Yg Dilakukan Polisi ini, Menggendong Orang Sakit Menuju Puskesmas, Patut Untuk Dicontoh," puji akun @Mjohnsamosir.

"Makasih pak polisi Rakyat me­mujimu dengan kerja nyata..." ujar akun @Maryono10705984 bangga.

"Ini baru polisi...bukan tukang tilang doang," kata akun @Safrudd63869444.

"Smoga mendapat pahala yg set­impal .contoh jga buat kita juga," tutur akun @Yono64719427.

"Mantab bpk polisi.. smga ttp menjadi pelayan masyarakat," kata akun @gunarto_1971.

Sebelum aksi heroik Iptu Chandra, aksi Kompol Jubaedi se­lakj Kasubag Bin Ops Polres Metro Jakarta Pusat dan Iptu Suparno KBO Satuan Binmas Polres Metro Jakut juga bikin decak kagum masyarakat. Keduanya membantu menyelamatkan seorang ibu hamil yang melahirkan di dalam mobil dinas Patroli Sat Binmas Polres Metro Jakarta Utara.

Karena aksi heroiknya terse­but, keduanya kemarin mendapat penghargaan dari Kapolda Metro Jaya Idham Aziz. Keduanya di­anggap berjasa dan berprestasi dalam menjalankan tugasnya untuk mengabdi dan membantu masyarakat.

Namun, saat aksi heroik polisi dipuji, ada juga aparat 'Seragam Coklat' yang berkelakuan tidak baik. Briptu Heri Ismail anggota Polsek Kepulauan Seribu Utara, Polres Kepulauan Seribu dan Bripka Didik Pramono, anggota Renmin Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dipecat.

Briptu Heri Ismail, dipecat karena desersi (meninggalkan tugasnya) se­lama 85 hari. Sedangkan pemecatan Bripka Didik Pramono dipecat kar­ena melakukan tindak pidana pem­bunuhan berencana di Karawaci, Tangerang pada tahun 2012 silam. Didik telah divonis 18 tahun penjara atas perbuatannya itu.

"Masyrkat harap polisi adil dlm penegakan hukum.., jangan sampai cit­ra polisi makin tercoreng dgn memi­lih dan memilah suatu kasus..," kata akun @MawardiArdi43.

"SOP polisi yang 'pilih kasih' itu, (mungkin) yang membuat citra dan wibawa polisi semakin menurun dimata masyarakat," kritik akun @ daisyfushna. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA