"Apalagi kekerasan ini disamping dipertontonkan oleh seorang terpelajar, juga dengan memakai kenderaan dinas yang sejatinya digunakan oleh orang yang berhak dan untuk kepentingan dinas. Di samping itu, kekerasan ini menimbulkan syiar ketakutan publik," ujar Maneger Nasution, Senin (9/10).
Jelas dia, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan independen. Pelakunya disamping telah ditetapkan sebagai tersangka, juga patut dipertimbangkan untuk dilakukan pemeriksaan apakah dia mengonsumsi obat terlarang sebelum melakukan kekerasan.
"Sebab, dalam logika publik, apa iya hanya karena soal uang parkir yang tidak seberapa, seorang dokter melakukan respons sedemikian destruktif yang jauh dari akal sehat," sebut Maneger Nasution.
Menurutnya, polisi juga harus memeriksa senjata api yang digunakan pelaku. "Hal ini diharapkan dapat menjawab pergunjingan publik bahwa kasus ini diduga pengalihan isu? Untuk itu publik berhak mendapat informasi yang benar tentang kasus tersebut (rights to know)," lanjut Maneger Nasution dalam keterangan tertulis.
Untuk pihak RSPAD, tempat dr. Anwari pernah bertugas dan tempat istrinya berdinas saat ini, harus menginvestigasi soal penggunaan mobil dinas bermerk TNI AD tersebut di ruang publik. Apakah digunakan oleh orang dan keperluan yang tepat.
"Penting diingatkan bahwa kasus ini berpotensi merugikan nama baik, tidak hanya RSPAD, tetapi juga TNI," kata Maneger Nasution.
Kasus ini sungguh disayangkan. Betapa tidak, sekedar pengingat, oleh banyak lembaga survei, TNI dipandang sebagai lembaga yang relatif berhasil melakukan reformasi internal. Tetapi kerja keras keluarga besar TNI, dirusak oleh oknum seperti ini. Untuk itu penegakan disiplin organisasi sangat diperlukan.
"Publik berharap pihak kepolisian membangun komunikasi yang saling memuliakan dengan pihak TNI terkait masalah mobil dinas dan status dari dr. Anwari. Komunikasi berkemuliaan ini dipentingkan untuk menutup ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang tidak bahagia melihat jalinan keharmonisan TNI-Polri kita," tukas Maneger Nasution.
[rus]
BERITA TERKAIT: