Perihal mobil dinas TNI yang dipakai, Kurniawan mengatakan bahwa mobil tersebut adalah mobil dinas istri si pelaku.
"Istri pelaku adalah salah satu dokter di RSPAD, dan mobil dinas yang digunakan adalah mobil dinasnya, " kata Kurniawan kepada wartawan, Sabtu (7/10).
Berdasarkan keterangan dari petugas Polsek Kebayoran Lama, pelaku mengaku kesal terhadap petugas parkir bernama Zuansyah karena dimintai uang parkir.
Sebagaimana diberitakan, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat TNI, Brigadir Jenderal Alfret Denny Tuejeh juga membantah bahwa A merupakan bagian dari TNI AD. Denny juga menegaskan bahwa meskipun menggunakan mobil dinas TNI, tindakan A sama sekali tidak mewakili TNI.
"Istri pelaku penganiayaan itu memang seorang dokter spesialis anak dan pegawai negeri sipil di RSPAD. Tapi tindakannya jelas tidak mewakili TNI AD, karena pelakunya bukan anggota kami," tegas Denny.
Dari informasi yang beredar, kejadian itu terjadi lantaran permasalahan biaya parkir. Dalam kejadian itu pelaku juga diduga sempat meletuskan tembakan ke arah atas. Kejadian bermula ketika seorang penjaga parkir, bernama Zuansyah (21) sedang bertugas menjaga tiket parkir. Tiba- datang mobil dinas TNI warna hijau nomer 1058-45 yang dikendari oleh seorang laki-laki.
Saat dimintakan tiket parkir, orang itu malah marah marah seraya berujar "Bukanya Kalau TNI Itu Gratis". Oleh Zuansyah kemudian dijawab "Maaf Pak kalau disini Anggota TNI/Polri Tidak Gratis kecuali dari VIP atau Hotel".
Kemudian oleh pria tersebut, Zuansyah diberikan uang Rp 20 ribu. Kemudian, pelaku datang dengan seorang pria paruh baya hingga menghardik Zuansyah.
Mereka lantas memukul korban pada bagian dagu sebelah kiri sebanyak dua kali hingga menembakkan pistolnya ke udara. Sementara, Zuansyah yang tak berdaya ini diminta untuk tiarap.
Sebelum pergi, pria itu sempat meninggalkan KTP bernama DR.Anwari ,SH,Sp.KFR,MARS,MH.
[san]
BERITA TERKAIT: