"Program ini dilakukan secara berkelanjutan," ujar Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristek Dikti Prof. Ali Ghufron Mukti dalam keterangannya, Selasa (18/4).
Dia mengemukakan, program pembelajaran dan pengembangan sumber daya di bidang inovasi dan keterampilan dimaksudkan untuk dapat meningkatkan kualitas dosen. Sehingga para dosen memiliki kemampuan tidak hanya dalam teori tetapi juga menguasai keterampilan praktik.
Menurut Ali Ghufron, pengembangan pelatihan bidang inovasi dilakukan secara berkelanjutan. Untuk itu diharapkan para dosen yang telah mengikuti program pelatihan dapat menularkan keahliannya kepada dosen-dosen lain yang nantinya dapat menghasilkan suatu produk.
"Untuk tahap awal, dosen yang dikirim mengikuti pelatihan dan pembelajaran berbagai keahlian ke Singapura dari 16 perguruan tinggi mencapai 160 orang," jelasnya.
Direktur Program Kerja Sama Temasek Gerald Yeo menambahkan, pihaknya melakukan program pembelajaran dan pelatihan bidang inovasi pada perguruan tinggi terhadap para dosen dan menghasilkan dosen dengan memiliki keahlian di bidangnya secara profesional. Para dosen yang telah mengikuti pelatihan tidak hanya memiliki pengetahuan teori, namun dapat melakukan suatu pekerjaan secara praktik hingga mampu menghasilkan suatu produk.
Adapun, Temasek sebagai lembaga pembelajaran yang menghimpun para dosen yang memiliki berbagai keahlian dan ilmu pengetahuan dari berbagai perguruan tinggi. Serta dapat melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: