Sandi menyampaikan, dari total Rp 18 miliar yang terkumpul, dana yang terpakai sebesar Rp 17,6 miliar. Sisanya sebesar Rp 150 juta yang akan diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim. Dari mana sumber dana tersebut? Sandi masih menjadi penyumbang terbesar yakni hampir 89 persen atau sekitar Rp 16 miliar. Kemudian diikuti badan hukum swasta 8 persen atau sekitar Rp 1,5 miliar dan saldo awal sekitar Rp 553 juta. "Dana yang ada untuk kampanye sumber dari badan hukum dapat dipertanggungjawabkan dan jelas asal-usulnya. Dan pengelolaannya dilakukan secara transparan," kata dia di Pusat Pemenangan Sandiaga Uno, di Melawai, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4) malam.
Sementara, untuk dana kampanye tersebut tidak termasuk untuk dana swadaya yang dikeluarkan warga, karena tidak tercatat. "Banyak swadaya warga yang tidak tercatat misalnya utuk program OK OCE, Harga OK," katanya. Selain itu, Anies-Sandi juga memberikan data soal dana kampanye pada putaran pertama. Mereka mendapatkan Rp 65,3 miliar untuk putaran pertama dan telah digunakan Rp 64,7 miliar. Dengan demikian, Anies-Sandi menggunakan total 82,6 miliar untuk keseluruhan kampanye Pilgub DKI baik putaran pertama maupun putaran kedua dari total penerimaan sebesar Rp 82,8 miliar.
Sementara pasangan Ahok-Djarot menghabiskan dana Rp 31,7 miliar selama kampanye putaran kedua berlangsung. Dana berasal dari Rp 27,7 miliar yang berhasil dihimpun dan Rp 4,8 miliar dari sisa uang kampanye putaran pertama. Bendahara Timses Ahok-Djarot, Charles Honoris mengatakan, dari keseluruhan pemasukan ada Rp 103,8 juta yang tidak bisa dipakai. Uang itu tidak bisa dipakai karena tidak dilengkapi dokumen berupa formulir pernyataan penyumbang yang dikeluarkan KPU DKI Jakarta.
Pengeluaran terbesar selama kampanye yaitu untuk keperluan operasional kampanye. Pengeluaran dipakai untuk keperluan seperti pengadaan alat peraga, penyebaran bahan kampanye, pertemuan terbatas, pembuatan dan biaya operasional di posko-posko, transportasi dan akomodasi. "Kita menghabiskan dana terbesar untuk biaya operasional kegiatan kampanye," kata Charles di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. ***
BERITA TERKAIT: