Sebagian orang menganggap wilayah timur Jabar jarang diperhatikan karena alasan jauh dari pusat pemerintahan Jabar di Bandung.
"Wilayah timur ini ketinggalan karena sejak (Indonesia) merdeka belum ada pemimpin Jabar yang berasal dari timur," kata Bupati Majalengka, Sutrisno, yang bakal mengakhiri masa jabatannya, saat ditemui di Cirebon, kemarin.
Berangkat dari keadaan itulah Sutrisno menyatakan diri siap maju ke arena Pemilihan Gubernur Jabar 2018. Dia mengaku siap mencalonkan diri jika ada instruksi partainya, PDI Perjuangan.
Dalam visinya sebagai calon kandidat, prioritas yang harus ia benahi adalah pembangunan yang tidak merata.
"Spirit saya untuk nyagub itu tidak lepas dari persoalan pembangunan di wilayah Timur. Padahal, Jabar sebagai penyangga ibu kota negara sudah seharusnya maju dengan pemerataan pembangunan," jelasnya, seperti dikutip dari
RMOL Jabar.
Dia mengaku sedang berjuang keras agar lolos di tahap awal sebagai bakal calon. Ia yakin PDIP yang merupakan partai penguasa di pemerintahan pusat tidak akan berkoalisi dengan partai lain untuk pertarungan Pilgub Jabar.
Ia mengklaim sudah dikenal oleh masyarakat di 13 kabupaten atau kota yang ada di Jabar. Sutrisno gencar memasang baliho di beberapa daerah untuk meningkatkan popularitasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: