"OTT dan Saber Pungli itu mempertontonkan keburukan serta pencitraan negatif dari perilaku anak bangsa, sementara banyak karya gemilang anak bangsa kurang terekspos apalagi difasilitasi pemerintah. Padahal tugas pemerintah adalah membangun, mensejahterakan," ujarnya saat membuka Press Gathering Koordinatoriat Wartawan RI di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (8/4).
Dicontohkan Fahri, para penerima Kalpataru warga desa yang menyelamatkan lingkungan hidup pedesaan hanya dirayakan saat didaulat menerima penghargaan. Padahal, mereka adalah pahlawan-pahlawan dengan dedikasi menyelamatkan Tanah Air. Seperti itu yang seharusnya difasilitasi dan ditularkan ke seluruh Indonesia.
"Indonesia butuh orang-orang seperti Mbah Sadiman yang selama 20 tahun mengubah bukit tandus menjadi hutan berair dengan menanam pohon jati di Kabupaten Wonogiri. Sadiman juga menjadi satu dari banyak warga Wonogiri penerima Kalpataru, yang membutuhkan fasilitas negara untuk dikembangkan dan ditularkan ke daerah lain," jelasnya.
Diketahui, Mbah Sadiman yang berusia 65 tahun menerima Kalpataru pada 2016 untuk kategori Perintis Lingkungan dari Presiden Joko Widodo di Siak, Sumatera Selatan. Ayah dua anak dan satu cucu itu berinisiatif lantaran prihatin, warga Desa Dalih, Kecamatan Bulukerto sukses mengatasi kekeringan wilayahnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: