Sejak lama ia mengaku tertarik dengan program berbasis kebudayaan dan ingin belajar secara langsung kepada Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.
"Kedatangan saya ke sini ingin belajar tentang Kesundaan. Mungkin Pak Bupati Purwakarta bisa mengajari saya,†kata Anton di acara silaturahmi jajaran Polda Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jumat (7/4).
Menurut Anton, pembangunan berbasis kebudayaan merupakan pengamalan terhadap nilai-nilai kebhinnekaan yang dianut bangsa Indonesia.
Untuk menggarap pembangunan sampai akhir, kata dia, dibutuhkan konsistensi kepala daerah dalam mengawal setiap kebijakan yang ia tetapkan.
"Saya mendukung konsistensi Bupati Purwakarta dalam memperjuangkan budaya Sunda. Prinsip ini adalah pengamalan kebhinnekaan, karena kebudayaan adalah kekayaan kita yang harus kita jaga," imbuhnya, dikutip dari
RMOL Jabar.Bukan hanya konsistensi, mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu pun menegaskan bahwa kepala daerah harus memiliki keberanian dalam memajukan "local genius" yang ada di wilayahnya.
Sebagai contoh, Sunda memajukan kebudayaan Sunda, Jawa memajukan kebudayaan Jawa, Maluku memajukan kebudayaan Maluku.
"Kepala daerah harus berani seperti ini, karena merupakan kewajiban bagi seluruh anak bangsa," imbaunya.
[ald]
BERITA TERKAIT: