Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim Abdul Halim Iskandar mengatakan, kitab kuning merupakan khazanah literatur Islam yang memiliki kandungan dan peran strategis dalam sejarah perjalanan Indonesia.
"Jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, melalui karya tulis terbaiknya para ulama telah menjadi inspirasi dan referensi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Salah satu ulama besar adalah Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad 19. Dia memiliki peranan penting di Mekkah al-Mukarramah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia. Melalui karya-karya seperti Hasyiyah An Nafahat 'ala Syarhil Waraqat lil Mahalli, Al Jawahirun Naqiyyah fil A'malil Jaibiyyah, Ad Da'il Masmu' 'ala Man, Syekh Ahmad Khotib menjadi maraji banyak ulama yang hidup setelahnya. Tidak hanya di Arab namun juga di Indonesia," jelas pria yang biasa disapa Gus Halim itu kepada redaksi, Sabtu (1/4).
Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa kitab kuning, pesantren dan santri adalah simbol perlawanan terhadap penjajah kolonialisme Belanda. Arti penting MKK adalah menguatkan kembali eksistensi kesantrian di Indonesia.
"Di Jatim, kontruksi berpikir para santri, pesantren, kitab kuning masih menjadi landasan utama terhadap lahir dan tumbuh kembangnya Islam Nusantara yang ramah dan toleran. Serta dijadikan landasan dalam memupuk jiwa nasionalisme para santri," ujar Gus Halim.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Jatim Kabil Mubarok. Menurutnya, MKK yang digelar Garda Bangsa merupakan kegiatan rutin dalam rangka meningkatkan kemampuan para santri dan anak muda atas penguasaan khazanah Islam yang ramah dan anti radikalisme.
"Dalam MKK peserta diajarkan adab atau akhlak yang baik. Sehingga mereka tidak hanya dibekali pengetahuan namun juga perilaku yang baik," tuturnya.
Kabil yang juga wakil ketua Komisi B DPRD Jatim menambahkan, selain menyelenggarakan babak penyisihan, semifinal dan final, Garda Bangsa juga mengadakan Halaqoh dan seminar Kitab Kuning Goes to Campus. Bertujuan mendekatkan anak-anak muda dengan literasi kitab kuning.
"Sekaligus mengupas pendangan khazanah Islam klasik (kitab kuning) dalam menjawab fenomena hoax, radikalisasi dan ideologi trans nasional, serta pandangan-pandangan politik kenegaraan," jelasnya.
Ketua Umum DKN Garda Bangsa Cucun Ahmad Syamsurijal sendiri mengatakan, seminar Kitab Kuning Goes to Campus akan digelar di beberapa kampus, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
"Kampus-kampus tersebut dipilih untuk menghadirkan wacana tanding atas dominasi pemahaman Islam garis keras yang selama ini tumbuh subur di kampus kampus umum," imbuhnya.
Di Jatim sendiri, babak penyisihan MKK akan dimulai pada 2 April, bertempat di 22 kota dan kabupaten seluruh Jatim. Babak penyisihan akan digelar di beberapa lokasi, yakni Kota Kediri bertempat di Ponpes Lirboyo pada 10 April, Kabupaten Bangkalan bertempat di Kantor DPC PKB Bangkalan pada 14 April, Kabupaten Nganjuk bertempat di Kantor DPC PKB Nganjuk pada 4 April, Kabupaten Gresik bertempat di aula PCNU pada 14 April. Kemudian di Kabupaten Lumajang bertempat di Ponpes Darun Najah Petahunan Lumajang pada 12 April, dan Kabupaten Jember bertempat di PP Nurul Falah pada 8-9 April.
[wah]
BERITA TERKAIT: