Soto Didaulat Jadi Identitas Kuliner Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 30 Maret 2017, 05:10 WIB
Soto Didaulat Jadi Identitas Kuliner Nasional
Net
rmol news logo Pemerintah mengakui kesulitan menentukan makanan khas yang cocok diperkenalkan di luar negeri sebagai identitas nasional. Mengingat, Indonesia punya beragam sajian kuliner.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, selama ini Indonesia tidak punya sesuatu yang diunggulkan karena tidak memiliki keberanian untuk menentukan jenis kuliner sebagai ciri khas nasional. Padahal, sejumlah negara di Asia Tenggara sudah lama memperkenalkan makanan nasionalnya kepada duinia. Seperti negara Vietman dengan Pho, Thailand dengan Tom Yam, dan Korsel dengan Kimchi.

"Kita terlampau banyak sehingga tidak berani ambil keputusan. Namun, saya putuskan, mohon diterima yakni Soto. Soto banyak ragamnya. Kita harapkan Soto akan identik dengan Indonesia," jelas Arief dalam Dialog Gastronomi Nasional ke-2 di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta (Rabu, 29/3).

Dia menyambut baik diselenggarakan Dialog Gastronomi Nasional ke-2 dan Promosi Kuliner Wakatobi dalam memajukan wisata kuliner Indonesia. Yang dalam portofolio bisnis pariwisata nasional memiliki porsi yang besar untuk menarik wisatawan.

Arief menjelaskan, gastronomi punya peran penting dalam industri pariwisata, karena sebagian besar pengeluaran wisatawan untuk kuliner atau makanan dan minuman. Selain komponen tiket pesawat, penginapan dan belanja suvernir. Kuliner juga menjadi daya tarik kuat untuk mendatangkan wisatawan.

"Event festival kuliner menjadi andalan Batam untuk menarik wisatawan cross-border dari Singapura dan Malaysia," bebernya.

Gastronomi sendiri merupakan segala ilmu berkaitan dengan seni kuliner yang sangat terkait erat dengan suatu wilayah, identitas, dan budaya. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA