Demonstrasi Menolak Gereja Di Bekasi Diwarnai Kerusuhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Jumat, 24 Maret 2017, 16:40 WIB
Demonstrasi Menolak Gereja Di Bekasi Diwarnai Kerusuhan
Ilustrasi/net
rmol news logo Demonstrasi warga menolak pembangunan Gereja Santa Clara di Kota Bekasi diwarnai kerusuhan. Gereja itu dibangun di Jalan Raya Kaliabang, Harapan Baru.

Diberitakan RMOL Jakarta, kericuhan terjadi karena massa memaksa masuk ke dalam gereja tetapi dihalangi oleh kepolisian, sekitar pukul 14.00 WIB.

Personel kepolisian yang menjaga demonstrasi menembakkan gas air mata ke arah massa untuk menahan agar mereka tidak terus maju ke dalam gereja.

Saat ini, Jalan Raya Kaliabang Tengah ke arah kawasan Duta Harapan ditutup. Pasukan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Bekasi Kota dan Brimob ditempatkan di sejumlah titik sekitar gereja, baik di dalam maupun di luar gereja.

Unjuk rasa tadi dilaksanakan selepas salat Jumat oleh Majelis Silaturahmi Umat Islam Bekasi (MSUIB). Sejumlah petugas kepolisan telah berjaga sejak pukul 11.00 WIB.

Di tengah aksi, massa melempari petugas keamanan dengan batu dan botol kaca. Hal ini membuat petugas kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata beberapa kali. Alasan warga menolak pembangunan gereja itu karena daerah itu dihuni mayoritas Muslim.

Total petugas pengamanan yang dikerahkan ke lokasi berjumlah 444 personel yang merupakan gabungan dari Polres, Polsek, Satpol PP, Polda, Brimob, dan TNI. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA