Ratas dihadiri langsung Gubernur Sumsel Ir. H. Alex Noerdin beserta Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam sentosa, Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih, Kepala PMU KEK TAA Sumsel Regina serta menteri Kabinet Kerja terkait. Diantaranya Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, Menristek Dikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi.
Dalam ratas, Jokowi memberikan beberapa arahan yang harus segera dilaksanakan Pemprov Sumsel, yakni meminta konsentrasi selesaikan pembangunan infrastruktur transportasi dan kelancaran konektivitas antar wilayah dan daerah. Konektivitas tersebut meliputi pembangunan jalan tol, jalur kereta api dan LRT yang dibutuhkan untuk menopang pergerakan ekonomi dan mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Jokowi meminta percepatan pembangunan KEK TAA dan kemungkinan pengembangan kawasan Tanjung Carat. KEK TAA diyakini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan barun dan menciptakan pertumbuhan ekonomi serta dapat dikembangkan menampung minat investasi industri pengolahan, otomotif, elektronik, dan manufaktur.
Selain itu, Jokowi juga meminta Sumsel segera melakukan penguatan produktifitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani, serta harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sebab, nilai tukar petani selalu di bawah indeks 100 dan cenderung menurun.
"kita perlu kerja keras untuk mensejahterakan petani Sumsel," Kata Jokowi.
Sementara, terkait industri pengolahan, walaupun memiliki kontribusi yang semakin besar di dalam perekonomian Sumsel, menurut Jokowi, penguatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan nilai tukar petani juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Berdasarkan data yang dimiliki Jokowi, nilai tukar petani selalu berada di bawah indeks 100 dan berkecenderungan menurun. Dengan demikian, kenaikan harga produk pertanian yang diterima petani lebih rendah dibandingkan kenaikan harga barang yang dikonsumsi petani.
"Ini artinya kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan," terangnya.
Untuk diketahui, Provinsi Sumsel memiliki 13 proyek strategis nasional. Diantaranya pembangunan Bendungan Tigadihaji di OKU Selatan, progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (KEK TAA) dan Pelabuhan Tanjung Carat, pembangunan Institut Olah Raga Indonesia, serta pembangunan RSUD Sumsel. Kemudian pembangunan Tol Palindra, Tol Pematang Panggang-Kayu Agung, Tol Palembang-Tanjung Api-api, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Kereta Api Prabumulih-Kertapati, Kereta Api Simpang TAA, Kereta Api Tanjung Enim-TAA, Kereta Api Palembang-Jambi, serta light rail transit (LRT).
Mulai dari pembangunan fasilitas penunjang Asian Games 2018, pembangunan KEK TAA hingga berbagai proyek prioritas nasional di Sumsel lainnya terus berjalan lancar. Dari 13 proyek pembangunan infrastruktur nasional, keseluruhan sudah berjalan sesuai target yang ditetapkan. Salah satunya pembangunan KEK TAA dan Tanjung Carat, progres pembebasan lahan hingga 2016 lalu mencapai 66,13 hektar dari total 217 hektar.
[wah]
BERITA TERKAIT: