Karawang Harus Dikembalikan Jadi Kota Lumbung Padi

Selasa, 31 Januari 2017, 01:10 WIB
Karawang Harus Dikembalikan Jadi Kota Lumbung Padi
Ilustrasi/Net
rmol news logo Serikat Petani Karawang menyoroti semakin tergerusnya lahan pertanian oleh industri. Akibatnya, kabupaten yang dulu dikenal dengan sebutan kota lumbung padinya Jawa Barat tersebut, perlahan mulai hilang karena sudah berubah jadi kawasan industri.

"Harapan kami sebagai warga Jawa Barat bagi calon gubernur yang akan datang bisa mengembalikan Jawa Barat, khususnya Karawang menjadi kota lumbung padi," ujar Kepala Departemen Propaganda Serikat Petani Karawang (Sepetak), Hilman Tamimi, Senin (30/1).

Menurut Hilman, dengan kembalinya Jawa Barat menjadi daerah lumbung padi-nya Indonesia, maka tidak akan ada lagi masyarakat Jawa Barat yang mengkonsumsi beras sejahtera (rastra) atau dulu disebut raskin.

Selain itu, jika saja Jawa Barat kembali menjadi daerah lumbung padi, maka tidak akan ada lagi kasus kaum tani yang terusir dari tanah kelahirannya karena tergerus oleh industri.

"Tanah lengenda bukan hanya menjadi jargon untuk kepentingan formalistik semata. Lebih dari itu Jawa Barat bisa hidup tanpa mengandalkan campur tangan luar," ungkapnya seperti diberitakan RMOLJabar.com.

Hilman yakin, banyak masyarakat juga memiliki harapan yang sama, sehingga Jawa Barat bisa menjadi provinsi wisata, kaya budaya, dan menjadi daerah lumbung padi Indonesia.

"Yang paling penting pemimpinnya tidak harus mengubah tatanan sosial dan kebiasaan masyarakat yang ada hari ini," tandas Hilman.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Karawang memiliki lahan pertanian seluas 97 ribu hektar. Dengan sejumlah pengurangan dan alih fungsi lahan kemudian menyusut menjadi 94 ribu hektar.

Dengan luas lahan itu, petani bisa menghasilkan sekitar 800 ribu ton beras, untuk kebutuhan sekitar 2,2 juta penduduk Karawang. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA