Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto mengatakan bahwa berdasarkan penelusuran Tim Gabungan dengan menggunakan anjing pelacak, jejak napi yang kabur diindikasi bergerak ke arah perbukitan.
"Kedua napi masih kami cari, saat pakai anjing pelacak terindikasi napui mengarah naik ke atas bukit. Jadi fokus pencarian kami ke kawasan perbukitan dan perairan Pulau Nusakambangan," ujarnya saat live di
TVOne sesaat lalu, Rabu (25/1).
Selain itu, pihaknya juga melakukan razia sejumlah kendaraan yang keluar dan masuk ke Cilacap, khususnya ke Nusakambangan.
Lebih lanjut, Yudho menegaskan bahwa napi kabur bukan dengan cara menggali tanah. Melainkan, memanfaatkan kelengahan para petugas lapas.
"Kita sudah olah TKP, tidak benar ada penggalian, tapi memanfaatkan minimnya penjagaan," pungkasnya.
Tim gabungan terus berupaya menemukan narapidana asal Aceh bernama Sarjani Abdullah dan M Husein. Dua napi tersebut kabur hari Sabtu (21/1) lalu dengan cara memanjat pos 3 kemudian melewati tembok setinggi 5 meter. Tidak hanya sampai di situ, keduanya kembali berhasil melewati pagar kawat berduri 6 meter.
Tim yang memburu napi kabur merupakan personel gabungan dari Tim Kejahatan dan Kekerasan Polda Jateng, personel Polres Cilacap, Polres Tegal, Polres Purbalingga, petugas penjara, dan petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jateng. Jumlah tim gabungan berkisar 100 orang.
[ian]
BERITA TERKAIT: