"Sumber informasi kini bisa diperoleh dengan mudah lewat teknologi. Karena itu, kuliah satu arah sudah tak tepat lagi. Perkuliahan harus banyak diskusi," kata Rektor President University Jony Oktavian Haryanto dalam diskusi bertajuk 'Sustainable Education' bersama sejumlah pakar dari Universitas Glasgow, di Jakarta (Selasa, 17/1).
Dia menjelaskan, model kuliah satu arah seperti dilakukan di kampus-kampus saat ini mulai ditinggalkan di luar negeri. Karena model pembelajaran semacam itu tidak mendorong mahasiswa untuk berlaku aktif.
"Kami sudah mulai menerapkan model kuliah yang aktif dan dinamis. Materi perkuliahan sudah diberikan via email sebelumnya. Jadi dosen dalam kelas hanya bersikap sebagai mentor," kata Jony.
Dia mengakui bahwa model perkuliahan seperti di luar negeri belum diterapkan sepenuhnya di kampus President University, karena ada peraturan dan kurikulum nasional yang harus ditaati.
"Penerapannya akan dilakukan bertahap. Kami harap pemerintah juga memiliki ide serupa. Jadi perubahan itu bisa sejalan," ujar Jony.
Terkait Universitas Glasgow sendiri, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas President Budi Susilo Soepandji menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan perguruan tinggi tertua di Eropa itu dalam pengembangan sumber daya manusia. Seperti pertukaran dosen dan mahasiswa hingga pemberian ijazah dual degree bagi lulusan President University.
"Saat ini fokus pada pertukaran dosen dulu. Kami akan kirim sejumlah dosen untuk belajar ke Glasgow. Ini merupakan bagian dari rencana peningkatan kualitas pembelajaran di President University," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: