Materi penyuluhan disampaikan oleh Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso, AKP Asib kepada prajurid Brigif Raider 9 Kostrad.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam terhadap bahaya penggunaan dan peredaran narkoba serta dampak yang ditimbulkannya.
AKP Asib menyampaikan posisi atau cara pandang seorang prajurit terhadap narkoba ada dua. Pertama, bahwa pada dasarnya seorang prajurit atau keluarga prajurit, berada pada posisi calon korban, karena sewaktu-sewaktu bisa saja menjadi korban.
Kedua, TNI sebagai aparat, yang oleh masyarakat dipandang sebagai panutan atau contoh di lingkungan tempat tinggal.
"Karena kita sebagai calon korban, maka kita harus aktif membentengi diri agar tidak menjadi korban. Kemudian karena kita panutan bagi masyarakat, kita harus mampu memberikan contoh yang baik, hindari dan jauhi narkoba, serta tunjukkan akhlak yang baik," ujar AKP Asib.
Saat ini, bahaya narkoba telah banyak berdampak negatif, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Sedangkan untuk memberantasnya, tidak cukup dilaksanakan oleh salah satu pihak saja. Akan tetapi dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti BNN, TNI, POLRI dan instansi lainnya.
Dalam rilis Pengkostrad, dengan diadakannya kegiatan seperti ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan atau peredaran narkoba di lingkungan keluarga maupun di sekitar tempat tinggal.
[rus]
BERITA TERKAIT: