Dukungan itu datang dari Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat yang mengapresiasi ketegasan Kapolda Jabar untuk tidak memberikan ruang terhadap bentuk apapun yang bersifat isu-isu SARA karena dapat mengganggu keanekaragaman budaya.
"Kami bersama para olot tetua adat se-Jawa Barat mendukung langkah Kapolda Jabar. Silakan bersikap tegas tanpa harus ragu-ragu dan BOMA siap membantu sosialisasi kepada masyarakat menghalau pihak-pihak yang melakukan provokasi dan perlawanan terhadap simbol-simbol dan ideologi negara," kata Sekjen BOMA Eka Santosa seperti diberitakan
RMOLJabar.com, Minggu (15/1).
Menurutnya, sikap tegas juga harus dilakukan terhadap siapapun yang mengganggu eksistensi NKRI, kebhinnekaan maupun simbol merah putih.
Aparat keamanan, lanjut Eka, tidak boleh ragu-ragu dalam menindak segala bentuk organisasi atau apapun yang berindikasi mengganggu simbol negara dan melakukan provokasi bernada SARA.
"Ada saluran konstitusi yang harus dipatuhi. Kita menghormati berbedaan pandangan dalam hal tertentu terhadap pemikiran kebangsaan, tetapi tetap harus dalam wadah koridor yang disepakati secara nasional, yaitu ideologi pancasila," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: