Begitu kata Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jabar Aldwin Rahadian, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/1).
"Kami sangat menyayangkan terjadi kericuhan dan tindakan kekerasan serta aksi premanisme ini. Peristiwa ini menjadi preseden buruk bagi Polri, khususnya Polda Jabar karena dikhawatirkan bisa memantik konflik horizontal yang lebih luas," kata suami dari anggota DPD RI Fahira Idris tersebut.
Menurutnya, Kapolda harus bisa menjadi mitra masyarakat yang berdiri di semua golongan dan tidak berpihak. Sayangnya, dalam insiden ini, Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan gagal mengatasi keributan yang terjadi antara FPI dengan organisasi binaaanya, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
"Secara moral Kapolda harus meminta maaf kepada warga Jabar atas kericuhan ini," tegasnya seperti diberitakan
RMOLJabar.com.
BERITA TERKAIT: