Secara Moral, Kapolda Jabar Harus Minta Maaf Ke Publik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 15 Januari 2017, 18:06 WIB
Secara Moral, Kapolda Jabar Harus Minta Maaf Ke Publik
Irjen Pol Anton Charliyan/Net
rmol news logo Kericuhan yang terjadi pasca pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis(12/1) merupakan bentuk kegagalan Polda dalam menjaga kondusifitas.

Begitu kata Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jabar Aldwin Rahadian, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/1).

"Kami sangat menyayangkan terjadi kericuhan dan tindakan kekerasan serta aksi premanisme ini. Peristiwa ini menjadi preseden buruk bagi Polri, khususnya Polda Jabar karena dikhawatirkan bisa memantik konflik horizontal yang lebih luas," kata suami dari anggota DPD RI Fahira Idris tersebut.

Menurutnya, Kapolda harus bisa menjadi mitra masyarakat yang berdiri di semua golongan dan tidak berpihak. Sayangnya, dalam insiden ini, Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan gagal mengatasi keributan yang terjadi antara FPI dengan organisasi binaaanya, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

"Secara moral Kapolda harus meminta maaf kepada warga Jabar atas kericuhan ini," tegasnya seperti diberitakan RMOLJabar.com.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA