Mendikbud Minta Pembangunan Gedung Sekolah Di Aceh Disegerakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 02 Januari 2017, 17:41 WIB
Mendikbud Minta Pembangunan Gedung Sekolah Di Aceh Disegerakan
Net
rmol news logo Guna memastikan percepatan revitalisasi sekolah pasca gempa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Ini merupakan kunjungan ketiga sejak gempa 6,5 Skala Richter mengguncang Pidie Jaya pada 7 Desember lalu.

Muhadjir melihat langsung proses belajar mengajar yang sudah berlangsung di tenda-tenda darurat, sekaligus memeriksa perkembangan pembangunan sekolah darurat.

Ikut bersama rombongan, Sekjen Kemendikbud, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, Direktur Pembinaan SD Wowon Wirdiyat dan Direktur Pembinaan Pendidikan dan Layanan Khusus Renani Pantjastuti, Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman dan Staf Khusus Mendikbud Bidang Hubungan Antar Lembaga Fajar Riza Ul Haq. Turut mendampingi, Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tri Budiarto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Darjo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya Syaiful.

Muhadjir mengunjungi dan berbincang dengan siswa SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru, TK Al Hidayah, SDN Jalan Rata, SMK Kesehatan Putra Nanggroe dan SMAN 1 Trienggadeng.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut disambut gembira oleh guru dan siswa. Walaupun mereka harus melaksanakan proses belajar mengajar di tenda-tenda darurat karena ruang-ruang kelas sementara masih dalam proses pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sejauh ini sudah didirikan 170 tenda di 68 titik lokasi sekolah. 158 ruang kelas sementara juga sedang dibangun di 28 titik lokasi sekolah yang rusak berat.

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru dan siswa yang dengan semangat tinggi kembali ke sekolah walau dengan berbagai keterbatasan," ujar Muhadjir dalam keterangannya, Senin (2/1).

Kepala SDN Jalan Rata Hamdiah saat berdialog dengan Muhadjir mengatakan bahwa para siswa tetap gembira walau belajar di bawah tenda, guru-guru juga tetap semangat untuk mengajar.

Muhadjir menyampaikan, pembangunan ruang kelas darurat dan gedung permanen menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR dengan anggaran dari BNPB. Sementara Kemendikbud bertanggung jawab untuk menyediakan mebeler dan peralatan belajar mengajar.

"Saya mengharapkan Kementerian PUPR segera menuntaskan pembangunan ruang kelas sementara, dan memulai pembangunan gedung sekolah permanen. Sehingga Kemendikbud dapat memenuhi kewajibannya menyediakan mebeler dan alat pembelajaran yang dibutuhkan ruang kelas nanti. Gedung sekolah yang baru nanti harus lebih baik dari yang lama," jelasnya.

Harapan senada diutarakan Kepala SMPN 3 Bandarbaru Rusli, dia juga mengharapkan dapat segera pindah dari tenda daruratke gedung yang layak.

Sementara, Muhadjir juga mengharapkan agar bagi sekolah-sekolah yang rusak ringan agar betul-betul mengajak siswanya kembali ke sekolah.

"Karena itu trauma healing dan bimbingan psikososial penting dan akan terus dilakukan oleh Kemdikbud," ujarnya sambil menambahkan bahwa Kemendikbud terus melatih guru-guru dengan trauma healing selain juga menyediakan school kits dan alat pembelajaran.

Hasil pemantauan tim Kemendikbud terkait kerusakan sarana dan prasarana pendidikan terdapat 65 sekolah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 35 Sekolah Dasar, 11 Sekolah Menengah Pertama, 13 Sekolah Menengah Atas, dan enam Sekolah Menengah Kejuruan. Selain itu, terdapat juga 81 fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami kerusakan sarana dan prasarana dengan tingkat rusak sedang dan berat.

Muhadjir memaparkan rencana pemenuhan kebutuhan bantuan pasca gempa Pidie Jaya dengan total anggaran sekitar Rp 68,2 miliar. Dengan rincian pada 2016 akan disalurkan sebesar Rp 25,8 miliar, dan tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp 42,4 miliar. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA