
Oxford Dictionaries telah menyatakan bahwa kata "post-truth" merupakan kata yang paling sering digunakan secara internastional pada tahun ini.
Kata tersebut didefinisikan sebagai kata sifat yang berkaitan dengan keadaan di mana fakta-fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik dibandingkan dengan daya tarik emosional.
Pihak Oxford Dictionaries mengatakan bahwa "post-truth" pertama kali digunakan pada tahun 1992. Namun frekuensi penggunaanya meningkat hingga 2.000 persen pada tahun 2016 ini bila dibandingkan dengan tahun lalu.
Peningkatan penggunaan kata tersebut bertepatan dengan referendum Uni Eropa dan kampanye untuk Gedung Putih di AS.
"Dipicu oleh munculnya media sosial sebagai sumber berita dan ketidakpercayaan tumbuh dari fakta-fakta yang ditawarkan oleh pembentukan,
post-truth sebagai konsep telah menemukan pijakan linguistik untuk beberapa waktu," kata Casper Grathwohl dari Oxford Dictionaries.
"Kami pertama kali melihat lonjakan frekuensi tahun ini pada bulan Juni dengan gebrakan lebih dari suara Brexit dan lagi pada bulan Juli ketika Donald Trump berhasil mendapatkan nominasi presiden dari Partai Republik," tambahnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: