Elektabilitas pasangan nomor urut dua ini turun sebanyak 6,8 persen dari survei sebelumnya yang berada di 31,4 persen menjadi 24,6 persen.‎
"Kasus penistaan agama menjadi penyebab penurunan drastis elektabilitas Ahok," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfarabie saat merilis survei terbaru di Kantor LSI, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/11).
Sayangnya, lanjut Adjie, kemerosotan pasangan petahana ini tidak dibarengi dengan lonjakan elektabilitas pasangan lain. Elektabilitas pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, dan pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno cenderung stagnan.
"Agus-Sylvi dari 19,3 persen di Oktober jadi 20,9 persen di bulan ini. Anies-Sandi dari 21,1 persen menjadi 20,0 persen. Keduanya cenderung stagnan," ujarnya.
Menurut survei ini,
swing voters yang mengalami lonjakan drastis atas kemerosotan elektabitas Ahok-Djarot.
Swing voters melonjak dari 28,2 persen di bukan Oktober menjadi 34,5 persen di bulan ini.
"Yang cenderung naik hanya
swing voters," pungkasnya.
Survei dilakukan pada tanggal 31Oktober hingga 5 Oktober 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode
multistage random sampling.
Adapun
margin of error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (focus group discussion, media analisis, dan indepthinterview).
[rus]
BERITA TERKAIT: