Elektabilitas petahana yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat saat ini bahkan sudah di bawah 30 persen, yaitu di angka 24,6 persen.
Elektabilitas Ahok turun 6,8 persen dari survei yang sama di bulan Oktober 2016 yang sebesar 31,4 persen. Turun 24,5 persen jika dibanding survei Juli 2016 yang sebesar 49,1 persen.
"Elektabilitas Ahok turun drastis sebanyak 34,7 persen jika di banding survei Maret 2016 yang berkuasa sebesar 59,3 persen. Penurunan drastis ini karena ada kasus penistaan agama," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby saat memaparkan hasil survei terbau LSI di Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/11).
Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok sempat memicu aksi besar dari ribuan umat Islam agar proses hukum Ah‎ok berjalan cepat.
Survei dilakukan pada tanggal 31Oktober hingga 5 Oktober 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode
multistage random sampling.
Adapun
margin of error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (focus group discussion, media analisis, dan indepthinterview).
[rus]
BERITA TERKAIT: