Menurut pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, banyak sekolah swasta yang akhirnya tutup lantaran kekurangan murid akibat kalah bersaing dengan sekolah gratis, bisa juga karena kualitas mereka jauh lebih rendah dibandingkan sekolah negeri.
Dia menjelaskan, meski permasalahan tersebut telah diakomodir dalam peraturan UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, namun masih belum terlaksana dan tersosialisasikan dengan baik. Karenanya, kata dia, ada tiga hal yang dapat dilakukan sekolah swasta dalam merespon kondisi terkini.
Pertama, pengelola sekolah swasta tinggal melambaikan tangan ke arah kamera dan say godbye, sehingga sekolahnya dikelola pemerintah. Kedua, sekolah swasta meningkatkan kualitasnya agar lebih baik dari sekolah negeri,
"Dan terakhir pemerintah mengembangkan charter school, yaitu mengalokasikan anggaran, dan swasta yang menjalankan sistemnya,†ungkapnya di Jakarta, Jumat (16/9).
Dia menambahkan, konsep charter school dapat menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terpencil, serta dukungan anggaran pendidikan yang relatif besar.
"Charter school berhasil dikembangkan di luar negeri, seperti yang dilakukan Fetullah Gulen di Amerika dan banyak negara lainnya, termasuk Indonesia," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: