Malah, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengeluarkan imbauan khusus kepada para orang tua siswa agar tidak membentuk geng atau gerombolan.
Sekolah harus paham, tidak boleh ada geng-geng. Geng itu macam-macam. Ada geng siswa, ada juga orangtua atau wali murid bikin geng sendiri. Itu enggak benar," ujar Djarot di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (6/6).
Bila para orang tua murid membentuk geng, maka bisa saja pertengkaran di antara orang tua merembet ke anak-anak mereka.
"Akibatnya apa? Para peserta didik tidak bisa menyatu, saling menghargai dan saling menghormati. Karena orangtuanya membentuk geng. Ini yang bisa menyebabkan anak-anak tawuran atau melakukan
bullying,†ujarnya.
Dia pun meminta para orang tua lebih memperhatikan kebutuhan anak-anak mereka. Orang tua wajib menghadiri segala kegiatan penting anak-anaknya di sekolah. Seperti, pertama kali masuk sekolah, pengambilan rapor, dan kelulusan siswa. Minimal, disaat mereka masih duduk di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMP.
"Saya juga melaksanakan itu. Sejak di Blitar sampai sekarang, kalau ibunya enggak bisa datang, maka saya selalu datang. Saya harap semua orangtua begitu. Sesibuk-sibuknya orangtua, kalau acara anak tidak boleh diwakilkan. Ini akan selalu dikenang sama anak-anak kita. Ini harus kita lakukan kalau ingin mendidik karakter anak-akan kita," ujar mantan Walikota Blitar ini.
[ald]
BERITA TERKAIT: