Bupati Purwakarta Kritisi Kurikulum Nasional

Kamis, 12 November 2015, 16:36 WIB
Bupati Purwakarta Kritisi Kurikulum Nasional
dedi mulyadi/net
rmol news logo Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengkritisi implementasi kurikulum nasional yang saat ini sedang digalakkan pemerintah pusat. Pasalnya, konsep kurikulum nasional memaksakan semua daerah memiliki potensi yang sama tanpa melihat ada perbedaan potensi di tiap daerah.

"Semestinya kurikulum itu berbasis kearifan budaya, bukan kearifan lokal," ucapnya di hadapan wartawan usai mengisi acara Seminar Nasional Pendidikan di Gedung Husni Hamid kompleks pemda Karawang, Kamis (12/11), seperti dilansir RMOLJabar.Com.

Menurut Dedi, kearifan lokal yang dipahami para guru dalam kurikulum 2013 atau sekarang disebut kurikulum nasional berbentuk muatan lokal, seperti bahasa daerah dan kesenian lokal. Padahal, dalam persepektif kearifan budaya, kurikulum itu harus menyesuaikan dengan basis hasil daerah, sehingga kurikulum itu harus berbasis produktivitas daerah.

"Kabupaten Karawang ini terdiri dari basis pertanian, basis kelautan dan industri," ujarnya.

Dengan adanya ketiga basis itu, kata dia, seharusnya Pemkab Karawang melalui kurikulum pendidikan melakukan pemetaan, berapa persentase peserta didiknya yang harus kuasai pertanian, kelautan dan industri.

"Yang terjadi saat ini di Karawang, saat industri berjalan dengan cepat, masyarakatnya tidak disiapkan menghadapi itu sehingga tertinggal," pungkasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA