Wakil Ketua Komisi II Wahidin Halim mengatakan, anggaran sebesar itu dapat mengangkat pegawai honorer yang saat masih banyak tidak menerima honor.
"Dulu dimaklumatkan tidak ada THR bagi PNS, sekarang ada. Tapi saya minta yang lebih penting itu honor-honor pegawai honorer dibayar dan diangkat sebagai PNS. Itu yang seharusnya diprioritaskan, bukan THR PNS. Saya minta ini dikaji ulang," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/11).
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, Komisi II belum pernah membahas besaran THR PNS bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi.
"Tidak dibahas soal THR PNS ini oleh Menpan RB. Tapi saya nilai, pemerintah ingin bahagiakan PNS tanpa memperhatikan rakyatnya," sesal Wahidin.
Untuk itu, Komisi II meminta pemerintah benar-benar mengawasi kinerja PNS yang kesejahteraannya sudah ditingkatkan. Sambil menunggu pembahasan APBN-P 2016 untuk mengkaji THR tersebut.
"Sejauh tidak terpengaruh terhadap rakyat dan anggaran pemerintah ada untuk THR ini, boleh-boleh saja. Tapi harus diperhatikan kinerjanya," tegas Wahidin
[wah]
BERITA TERKAIT: