"Kepentingan kami dalam Pilgub Jatim adalah pelaksanaannya yang harus fair. Pengalaman Pilgub Jatim 2008 menjadi prototype kecurangan pada pemilu 2009 dan pilkada daerah lainnya. Gubernur yang amanah dan dikehendaki masyarakat hanya dapat dihasilkan dari proses pemilu yang tidak ada kecurangan," kata Menko Perekonomian era Gus Dur, DR. Rizal Ramli saat mendampingi Tim Advokasi Demokrasi Pemilu Jatim 2013 di KPU Jatim (20/8).
"Sebaliknya, pemilu yang penuh kecurangan akan melahirkan pemimpin yang korup," sambung dia.
Lebih lanjut menurut Rizal Ramli, tugas kita semua sebagai rakyat adalah mengawal keberlangsungan Pilgub Jatim sesuai dengan aturan, prinsip, dan etika dalam penyelenggaraan pemilu. Sekaligus, mengkoreksi penyelenggaraan yang terlihat kecurangan di awal seperti ditunjukan dalam putusan DKPP.
Lebih lanjut dikatakan tokoh perubahan nasional itu, stikerisasi di formulir C-KWK oleh KPU Jatim yang hanya diberlakukan kepada satu pasangan Berkah merupakan bentuk diskriminasi dan ketidaksetaraan.
"Dalam konteks ini, moralitas dan integritas KPU Jatim diuji. Menjadi pahlawan atau sebaliknya menjadi pecundang," pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: