Hal tersebut diungkap Kepala Bidang Pengendalian dan PengeÂloÂlaan Sumber Daya Air Dinas PeÂkerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Fahrurrozi.
“Dari 26 situ, hanya 20 persen atau lima situ konÂdisinya baik. Yaitu Situ Babakan, Situ MangÂgaÂÂboÂlong, Situ RawadongÂkal, Situ KeÂlapa Dua Wetan dan Situ CiÂlangkap,†katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif Wahana LingÂkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Ubaidillah menilai, terÂlihat usaha Pemprov DKI dalam menyelesaikan revitalisasi waduk belum serius.
Mengingat di kawasan hulu, ada ratusan waduk yang menyuÂsut atau bahkan telah berÂalihÂfungsi. Padahal, fungsi waduk saÂngat vital, karena mampu menguÂrangi derasnya air yang mengalir deras ke hilir.
Rata-rata kedalaman situ juga berkurang. Dari sebelumnya 5-7 meter, sekarang tinggal 2,5 - 3 meÂter, termasuk Situ Gintung yang sekarang tinggal empat meter. Sedangkan luas total situ di Jabodatabek berkurang drastis yaitu 2.337,10 hektare untuk total 240 situ, sekarang menjadi hanya 1.462,78 hektare untuk 184 situ dan hanya 48 situ yang masih tersisa.
“48 situ harus dinormalisasi kembali, sehingga mampu menÂjadi sumber daya air yang baik. Seperti sebagai sumber serapan, budaya maupun sebagai distriÂbusi air bersih,†jelasnya kepada Rakyat Merdeka.
Ubaidillah mengingatkan, dari sejarah Jakarta, sebelumnya tanah Batavia ini memiliki lebih dari 200-an situ. Tapi lantaran suÂdah banyak beralih fungsi menÂjadi apartemen dan permukiman.
“Secara umum, sebenarnya di Jabotabek, mempunyai lebih dari 234 situ. Karena alih fungsi lahan menÂjadi perumahan, bisnis dan resÂtoran. Situ di Jakarta Utara, dan Depok ada yang menjadi temÂpat pembuangan sampah,†jelasnya.
Solusi yang bisa dilakukan peÂmerintah, jelas Ubaidillah lagi, adaÂlah dengan merevitalisasi lebih dari 200 situ di JabodetaÂbek. TerÂmasuk daerah tangkapan air dan daerah aliran sungai (DAS). [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: