Di mana, ada tambahan 339 orang dari jumlah total sebelumnya yang mencapai 19.648 orang menjadi 19.987 orang. Di sisi yang lain, pasien yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 1.159, dari yabg sebelumnya 209.040 orang menjadi 210.199 orang.
Atas data tersebut, pemerintah memastikan kapasitas rumah sakit masih mencukupi daya tampungnya.
"Kita bersyukur bahwa saat ini sudah lebih dari seribu rumah sakit yang melaporkan telah merawat pasien Covid-19. baik yang statusnya adalah confirm positif maupun yang masih dalam status PDP," ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers virtual di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (27/4).
Seribu Rumah Sakit tersebut, lanjut Achmad Yurianto, merupakan gabungan rumah sakit pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun rumah sakit swasta, dan rumah sakit TNI Polri, yang khusus menangani pasien Covid-19.
"Semua terintegrasi dalam satu sistem dan di dalam koordinasi gugus tugas, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat," terangnya.
Dari seluruh RS yang ada tersebut, dipastikan jumlah tempat tidur untuk pasien positif dan PDP masih mencukupi. Pasalnya, total tempat ridur yang disediakan mecapai 10.000 tempat tidur.
"Jumlah kapasitas tempat tidur juga sudah lebih dari 10.000 tempat tidur yang diperuntukkan untuk Covid, dan saat ini perkiraan masih di ditempati oleh sekitar 7.000 sampai 8.000 pasien. artinya sebenarnya secara kapasitas masih cukup," kata Achmad Yurianto.
Menganai data penanganan Covid-19 terlait jumlah laboratorium tes Real Time PCR yang sudah mulai beroperasi ada 46 laboratorium. Puluhan laboratorium ini sudah memeriksa 75.000 spesimen dari 59.000 lebih pasien yang teridentifikasi Covid-19.
Dari data itu, ditemukan kasus positif corona sebantak 9.096 orang, negatif 50.313 orang, sembuh 1.151 orang, dan meninggal 765 orang.
BERITA TERKAIT: