Kepala Rumah Sakit Tk II Dr Soedjono Magelang, Kol Ckm Ahmad Rusli Budi Ansyah Sp B Mars mengatakan, pasien yang meninggal dengan status PDP sudah dilakukan
swab satu kali dan sampai sekarang masih menunggu hasilnya.
"Sudah dilakukan
swab, diperkirakan 4-5 hari ke depan hasilnya sudah ada, yang memeriksa adalah BPKL Yogyakarta," terangnya dalam konferensi pers di Lantai II Setda Kota Magelang, Senin (23/3).
Saat meninggal, lanjut Ahmad, status almarmum adalah PDP. Sebetulnya pasien sudah dirawat sejak 17 Maret 2020 dengan riwayat penurunan kesadaran. Kemudian dilakukan anamesis yang mendalam sehingga pada 20 Maret dinyatakan sebagai PDP.
"Tanggal 17 Maret 2020 belum masuk ruang isolasi, tetapi perawatan tersendiri. Tanggal 20 baru diisolasi, mudah-mudahan nanti hasilnya adalah negatif sehingga kita tidak perlu dilakukan
tracing," jelasnya
Ahmad juga meminta agar masyarakat luas bisa memahami betul tentang Covid-19. "Ini adalah penyakit infeksi, semua bisa terjangkit. Jangan sampai ada stigma terhadap pasien dan keluarganya, sebelum ada hasil laboratorium yang resmi," tegasnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJateng.Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Magelang, Sri Harso mengatakan, sampai saat ini sesuai laporan jumlah PDP di Kota Magelang sebanyak 18 orang, dan ODP 19 orang.
Sedangkan warga yang melakukan karantina mandiri sebanyak 55 orang.
"Pemantauan ODP melalui telepon dan melalui kesadaran masing-masing, karena kita tidak bisa menunggui satu per satu," jelas dia.
BERITA TERKAIT: