Demikian antara lain rekomendasi peneliti dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Instititut Teknologi Bandung (ITB) dan KK Matematika Industri dan Keuangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB yang melakukan simulasi pemodelan penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Para peneliti yang terlibat dalam pemodelan ini adalah Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri. Simulasi yang mereka kerjakan dirilis hari Minggu (15/3).
Mereka mengumpulkan data-data dari Republik Rakyat China, Korea Selatan, Italia dan Iran. Lalu menggunakan model Korea Selatan untuk memproyeksikan penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan menggunakan Kurva Richards.
Kesimpulan mereka, puncak serangan Covid-19 terjadi pada akhir Maret. Korban terjangkit bisa melebihi angka 8.000 orang.
Disebutkan, Covid-19 menyebar terutama dari orang ke orang. Antara lain melalui sentuhan dalam jarak kurang dari 6 kaki atau sekitar 1,82 meter dan melalui dahak atau bersin orang yang terinfeksi.
“Ada satu hal yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan dan diharapkan berhasil untuk mencegah laju penyebaran yakni: jaga jarak sosial (social distancing),†tulis para peneliti dalam pemodelan yang mereka lakukan.
Jarak sosial ini dapat diartikan dengan menahan diri untuk menjauhi kerumunan dan membatasi keinginan untuk keluar rumah tanpa keperluan yang penting.
“Memindah pekerjaan, sistem pendidikan secara daring, membatalkan atau menunda rekreasi dan kegiatan-kegiatan yang bersifat massal mungkin tidak nyaman, menjengkelkan, dan mengecewakan,†tulis mereka lagi.
“Namun itu sepadan dengan resiko yang akan kita hadapi bila mengabaikannya. Selain itu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sesuai panduan yang diberikan oleh pihak kesehatan masyarakat terkait hal ini dan harus dilakukan secara disiplin,†sambung penelitian itu.
Mereka yakin, didukung oleh informasi yang lebih baik, model dapat membantu menentukan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
Saat ini pengembangan model untuk mengakomodasi berbagai pilihan strategi pengendalian, memetakan penyebaran spasial dan usulan strategi pencegahan lainnya sedang dikonstruksi oleh banyak ahli dan diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pembuat keputusan di tingkat pemerintahan daerah maupun pusat.
BERITA TERKAIT: