Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengungkapkan, masker diperuntukan bagi orang yang sakit saluran pernafasan atas apa pun penyebabnya. Pun untuk petugas kesehatan karena takut tertular, termasuk seseorang yang merawat mereka yang sakit pernapasan.
“Sebetulnya masker itu mencegah partikel dari dalam keluar. Contoh, saat kita batuk atau bersin, itu partikel dari dalam paru-paru kan kumannya ada di dalam, mencuat keluar. Nah, itu ditutup dengan masker. Kalau yang sehat, partikel apa yang keluar kan tidak ada sebetulnya,†tutur Rosye Arosdiani di Balaikota Bandung, Selasa (3/3).
Ia kembali menegaskan, masyarakat umum yang sehat tidak dianjurkan menggunakan maupun memborong masker.
“Kalau yang sehat untuk apa? Yang sakit lebih penting. Masker itu untuk yang pernapasan. Ini untuk kondisi saat ini. Namun kalau kondisinya di China, mungkin yang sakit harus menggunakan masker,†tegasnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Untuk mencegah sebaran virus corona, Rosye Arosdiani mengingatkan, orang sehat tidak melakukan kontak dengan orang yang sakit. Selain itu, harus sering cuci tangan pakai sabun dengan durasi 30-60 detik. Kemudian batuk dengan beretika, yaitu saat batuk tutup mulut dan hidung.