Kegiatan yang dimulai kemarin (Selasa, 8/8) ini merupakan misi KARS untuk membimbing dan membantu rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui akreditasi.
"KARS sendiri telah mendapatkan pengakuan internasional dari The International Society for Quality in Health Care (ISQua)," kata Ketua Eksekutif KARS, dr. Sutoto dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (9/8).
Sutoto melanjutkan, di kesempatan yang sama, KARS juga meresmikan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 (SNARS Ed 1) yang merupakan standar akreditasi yang disusun sendiri oleh personil KARS mengacu pada standar ISQua dan JCI Edisi 4 & 5.
Dengan adanya SNARS Ed 1 maka dalam waktu dekat KARS juga akan memintakan akreditasi ISQua bagi SNARS Ed 1 sendiri. Begitu pula diakuinya KARS oleh ISQua sebagai badan akreditasi Internasional, maka KARS juga dapat melaksanakan akreditasi internasional.
Sutoto menambahkan, pertemuan ilmiah yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, ini juga sekaligus ajang reuni sebagian besar surveyor KARS yang berjumlah lebih dari 1.450 orang. 313 orang di antaranya adalah para surveyor dan 1.147 orang adalah direktur serta staf rumah sakit yang berasal dari seluruh Indonesia.
Sutoto mengatakan, pada tahun 2016 dan 2017 minat dan kesiapan RS untuk mengikuti akreditasi sudah meningkat secara signifikan.
"Dari catatan yang ada lebih dari 1.100 rumah sakit yang telah dilakukan akreditasi dengan standar versi 2012 baik melalui program akreditasi reguler maupun program khusus," tegasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: