Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Gerindra: BIN Jelas Kecolongan Dalam Kasus Vaksin Palsu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 18 Juli 2016, 10:56 WIB
Gerindra: BIN Jelas Kecolongan Dalam Kasus Vaksin Palsu
sufmi dasco ahmad/net
rmol news logo Merujuk pada korbannya yang sangat banyak dan merupakan generasi muda, kasus vaksin palsu dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap kepentingan dan keamanan nasional.

"Yang patut disayangkan adalah tidak terlihatnya peran BIN dalam mendeteksi dan mengungkap kasus vaksin palsu ini," kata anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad melalui siaran pers, Senin (18/7).

Sufmi lantas mengingatkan, tugas Badan Intelijen Negara (BIN) sebagaimana termaktub dalam Pasal 4 UU 17/2011 yakni melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional.

Menurut dia, tidak selayaknya BIN mempersepsikan ancaman terhadap kepentingan dan kemananan nasional dalam arti sempit, seperti terorisme atau separatisme belaka. Kasus seperti vaksin palsu ini justru dinilainya ancaman yang lebih nyata.

Ia menangkap, ada gejala BIN kurang dapat menjalankan fungsi penyelidikannya dalam kasus ini. Terlebih pada awal pelantikan Sutiyoso sebagai kepala BIN menyatakan akan merekrut 1000 orang anggota dengan kualifikasi dari berbagai disiplin ilmu.  

"Kalau fungsi penyelidikan tersebut berjalan, saya yakin kasus ini sudah terungkap jauh hari sehingga banyak anak yang bisa diselamatkan," demikian Susmi.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA