Menurutnya dalam menyikapi kasus tersebut, Presiden Jokowi ingin adanya restrukturisasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Harapannya yang seperti ini tidak terulang lagi," ujar Pramono di Istana Merdeka, Jakarta (Jumat, 15/7).
Dia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan instansi terkait akan bertindak tegas menyikapi 14 rumah sakit yang terindikasi telah menggunakan vaksin palsu. Selain itu juga memerintahkan pihak terkait pendataan ulang terhadap bayi-bayi yang menjadi korban vaksin palsu guna melakukan vaksinasi ulang.
"Katakanlah vaksin itu palsu. Daya tahan tubuh mereka akan sangat rentan terkena penyakit di kemudian hari," jelas Pramono.
[wah]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.