Contohnya, proses mendaftar versi premi membutuhkan waktu dua pekan untuk aktif. Sedangkan yang gratis memakan waktu hingga tiga bulan lamanya.
"Kemudian dalam penggunaan setelah BPJS aktif maka pasien masih dimintai kartu keluarga dan KTP, bila mendaftar ke rumah sakit. Padahal, pada saat mendaftar, kan sudah cukup jelas dalam persyaratan administrasinya," ujar Ketua Umum Segera JJ Akhrom Saleh kepada redaksi, Senin (4/1).
Menurut Saleh, seharusnya pola kerja BPJS Kesehatan lebih cepat lagi, mengingat sakit tidak dapat ditentukan waktunya.
"Begitu juga dengan saat pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, di saat mereka sakit dan mendaftar di puskesmas atau rumah sakit, maka apa yang didapat oleh pasien, tentunya hal yang tidak menyenangkan," jelasnya.
Saleh juga mencontohkan dengan sebuah kasus di lapangan, di mana seorang pasien berusia sekitar 64 tahun dan mengalami sakit kanker di saluran usus (pembuangan kotoran). Setelah hampir sebulan pasien mendaftar terlebih dahulu sebagai peserta BPJS Kesehatan, agar bisa mendapatkan harga murah untuk operasi kankernya, dengan harapan semuanya gratis.
Usai mendaftar di salah satu rumah sakit pemerintah, pasien mendapatkan jawaban dari pihak rumah sakit, di mana untuk melakukan operasi harus menunggu hingga tiga bulan lamanya.
"Padahal, pasien itu sudah tidak sanggup lagi menahan nyeri di perutnya, harus menahan membuang air besar yang tersendat di tubuhnya. Artinya, bila pasien tidak kuat maka bukan tidak mungkin meninggal dunia," beber Saleh.
Karenanya, Saleh mendesak BPJS Kesehatan lebih peka terhadap pasien yang menjadi skala prioritas, mana penyakit ringan dan yang mana penyakit berat berbahaya. Kemudian adanya koordinasi terintegrasi dengan rumah sakit agar dapat mensinkronkan data pasien.
Segera JJ juga mendesak pemerintah memaksimalkan pelayanan kesehatan gratis yang optimal. Sehingga, tidak ada lagi pasien meninggal akibat pelayanan buruk dengan dalil bermacam-macam modus.
"Tidak ada kamar, tidak ada dokter karena jadwal yang padat, tidak lengkap administrasi, dan sebagainya," tandas Saleh.
[wah]
BERITA TERKAIT: