Lewat program Triad, yaitu geÂnerasi muda jauh dari seks bebas, terhindar dari NAPZA dan terÂbebas dari HIV/AIDS, BKKBN tahun ini menggelar kegiatan GenRe Goes To School yang memÂÂfokuskan ke beberapa seÂkolah yang menjadi Pusat InÂformasi Komunikasi (PIK) ungÂgulan taÂhun 2011.
Yaitu SMAN 36 JaÂkarta Timur, SMAN 11 Bekasi, SMAN 8 MaÂlang, SMA SwaÂdipha Natar LamÂpung SeÂlatan, SMA PAN SamaÂrinda, SMA Kosgoro Tomohon, SMAN BiÂnaan Khusus Dumai, SMAN 1 Prisenggela Lombok TiÂÂmur dan SMA Negeri 7 Binjai SuÂmatera Utara. Sekolah ini bisa jaÂdi adalah rumah kedua bagi para pelajar. Betapa tidak, hamÂpir seÂpaÂruh hari meÂreka dihaÂbiskan di lingkungan sekolah. Makanya, dekolah menÂjadi salah satu saÂsaran BKKBN.
GenRe Goes to School meruÂpakan kegiatan BKKBN pusat yang diadakan di 10 sekolah terÂpilih. Jawa Barat menjadi proÂvinsi kedua setelah DKI Jakarta. GenRe Goes to School untuk ketiga kalinya digelar di SMA Negeri 7 Binjai.
Di setiap kesempatan kegiatan ini, Kepala BKKBN Pusat Sugiri Syarief meminta seluruh generasi muda, terutama kepada siswa SMA agar menghindari Triad KRR, yaitu seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS.
“Kalau remaja terlibat dengan itu pasti hasilnya tidak mengunÂtungkan bagi generasi muda,†katanya.
Menurut Sugiri, GenRe Goes to School memang dikemas untuk anak-anak sekolah tingkat atas dan tingkat pertama. “Saat ini dikemas untuk tingkat SMA yang selanjutnya akan membidik peÂlajar SMP,†ujarnya.
Sugiri juga menceritakan, saat ini fakta dan data para remaja sangat mengkhawatirkan, seperti melahirkan di luar nikah, terlibat narkoba, bahkan tertular HIV/AIDS. “Dari 115.404 pecandu narÂkoba, sebanyak 51.986 orang adalah mereka yang berusia remaja,†ujarnya.
Hasil penelitian dari Australia National University (ANU) dan Pusat Penelitian Kesehatan UniÂversitas Indonesia (UI) pada 2010/2011 untuk daerah kota JaÂkarta, TaÂngerang dan Bekasi deÂngan jumlah sampel 3.006 resÂponden usia 17-24, meÂnunÂjukÂkan bahwa 20,9 persen remaja mengÂalami kehaÂmilan dan keÂlahiran sebelum menikah. Dan 38,7 perÂsen remaja mengÂalami kehamilan sebelum meÂnikah dan kelahiran setelah menikah.
Hasil riset UI meÂnunjukkan bahÂwa sebanyak 650 ribu peremÂpuan golongan ABG sudah hilang keperawanannya. Dengan kata lain, mereka telah melakukan seks di luar nikah. Yang meÂngeÂjutkan lagi, 50 persen dari total ABG yang berusia 15-17 pernah melakukan seks.
“Fenomena ini memÂbukÂtikan bahwa perilaku seks beÂbas di kaÂlangan remaja ini munÂgkin haÂnya salah satu imÂÂpliÂkasi maÂsalah dari sedeÂret persoalan yang dihaÂdapi anak dan remaja di masa sekaÂrang,†kata Deputi Bidang KeÂluarga Sejahtera dan PemÂberÂdayaan Keluarga BKKBN Dr Sudibyo Alimoeso MA.
Menurut Sudibyo, remaja buÂtuh berbagai inÂforÂmasi tentang kesehatan reproÂduksi, hak-hak seksualitas dan penghargaan pada kebeÂragaÂman seksualitas. “Inilah yang sampai seÂkarang masih menÂjadi perÂsoÂalan di Indonesia,†kata Sudibyo.
Menurutnya, BKKBN seÂbagai badan yang mempunyai tugas dalam meÂngaÂtasi ledakan penÂduduk dan berperan dalam maÂsalah keÂsehatan reproduksi reÂmaja, berÂupaya menciptakan moÂdel keÂluarga berkualitas. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: