"Karakternya low explosive. Kalau misalnya ledakannya sangat besar high explosive mungkin sudah (lebih merusak). Maka dari itu kita tidak boleh mengatakan jaringan (teroris) A atau jaringan B," jelas Kepala Biro Penmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal di Mabes polri, Jakarta.
Menurutnya, polisi tidak mau berspekulasi soal dugaan dalang penyerangan yang menyebabkan dua anggota terluka tersebut.
"Doakan saja kami bisa mengungkap. Semua bisa mungkin, jangan disimpulkan, jangan membuat masyarakat cemas. Bisa dikatakan bahwa penyerangan ini biasa-biasa saja, dan masyarakat bisa menjalankan terus aktivitasnya," ujar Iqbal.
Dia menambahkan, Polda Sulawesi Selatan didukung Mabes Polri tengah berupaya mengungkap kasus tersebut.
"Bahwa sudah ada upaya melakukan pencegahan (aksi terorisme) terhadap simbol-simbol kepolisian. Sehingga ruang gerak yang ada Jakarta ruang geraknya banyak yang kita tutup," demikian Iqbal.
[wah]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: