Mereka hendak mengambil dokumen seperti paspor dan kartu kuning yang merupakan tanda telah disuntik vaksin meningitis.
"Saya dari Bogor, alhamdulillah paspor saya sudah ketemu," kata ibu berkacamata yang enggan disebut namanya, Kamis siang (7/9).
Saat ditanya bagaimana prosesnya sejauh ini dan apa yang diharapkannya, ibu berusia 40-an itu mengaku pesimis uangnya dapat kembali.
"Kalau duit dikembalikan sudah jauh dari harapan. Saya sih yang penting dokumen, untuk umroh atau keperluan lain lagi," ungkapnya.
Posko pengaduan dibuka Bareskrim Polri sepanjang Senin-Jumat dari pukul 09.00-16.00 WIB.
Soal mekanisme pengembalian, korban cukup menunjukkan identitas-identitas diri beserta dokumen seperti bukti pembayaran.
"Korban mencari sendiri paspornya, itu sudah dikelompokkan di kotak kontainer. Sudah dikelompokan juga pria dan wanita. Untuk memudahkan, kami urutkan abjad sesuai nama" ujar salah satu petugas kepolisian di ruang posko pengaduan korban penipuan First Travel.
Sebanyak 14 ribu paspor milik jamaah First Travel telah disita oleh Bareskrim Mabes Polri untuk keperluan barang bukti. Sejauh ini, para korban masih terus berdatangan, walaupun tak seramai waktu kasus penipuan ini baru terungkap.
[ald]