"Kami memaparkan posisi kasus tersebut. Supaya tak ada tuduhan tendesius, rekayasa padanya (Firza)," timpal Iriawan di kantornya, Jakarta, Selasa (6/6).
Menurut Kapolda, ekspos di Kejaksaan Agung yang akan dilakukan besok untuk menunjukkan bahwa polisi menangani kasus tersebut secara profesional. Polisi bekerja berdasarkan fakta dan bukti-bukti.
Mantan Kapolda Jawa Barat itu juga memastikan tidak ada rekayasa pada kasus mesum yang diduga melibatkan Firza dan Imam Besa Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, tersebut.
Menurut Alumni Akpol 1984 itu, merekayasa kasus adalah pekerjaan yang sulit. Apalagi, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk ahli.
"Kami sulit merekayasa, sulit. Saksi ahli (yang sudah diperiksa) banyak, ada 13, ada periksa profesor. Bagaimana mau rekayasa," ujar pria yang juga pernah menjabat Kadiv Propam Polri itu.
[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: