Menurutnya, dari 428 warga binaan yang melarikan diri, telah berhasil ditangkap kembali 298 orang. Sebagian dari para tahanan kembali ke rutan atas inisiatif menyerahkan diri dan dikembalikan oleh keluarga.
"Mudah-mudahan 150 warga binaan cepat tertangkap dari bantuan polri," ujar Yasonna di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta (Senin, 8/5).
Yasonna menjelaskan, untuk mengantisipasi terulangnya aksi melarikan diri, Kemenkumham telah memindahkan sekitar 365 tahanan ke lembaga pemasyarakatan dan rutan yang berada di sekitar Riau. Selain itu, pihaknya juga mengkaji pemberian grasi kepada tahanan dengan masa hukuman tinggal satu tahun. Sebab, sejauh ini, pemerintah belum memiliki modal untuk membangun gedung lapas baru.
"Kita kaji. Dulu kan pernah presiden sudah setuju dengan grasi, tapi ini sekarang kita cari format lagi model yang baik itu seperti apa," ujarnya.
"Kalau ada anggapan wah nanti enak banget itu dikasih keluar belum waktunya, itu saya katakan cobalah kamu lihat dahulu di dalam seperti apa. Kondisi lapas yang sangat over kapasitas," imbuh Yasonna.
Diberitakan, dari 1.870 narapidana dan tahanan penghuni Rutan Sialang Bungkuk, terdapat sekitar 448 orang yang melarikan diri pada Jumat lalu (5/5). Warga binaan kabur setelah terjadi kerusuhan yang dipicu tuntutan terkait kelebihan kapasitas rutan.
[wah]
BERITA TERKAIT: