Diakui Dwi, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain, dan Inspektorat Pengawasan Daerah Polda Riau untuk memulai penyelidikan dugaan pungli di Lapas tersebut.
"Hari kita rapatkan, besok kita berangkatkan tim dalam rangka pengungkapan," ujar Dwi saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (8/5).
Dwi menegaskan lagi bahwa aktivitas pungli di Lapas Sialang Bungkuk diduga menjadi alasan ratusan tahanan melarikan diri pada Jumat lalu (5/5).
"Kita sudah instruksikan semua ketua UPP (Unit Pemberantasan Pungli) daerah untuk berkomunikasi dan berkordinasi dengan Kepala Lapas untuk melakukan penertiban. Ini untuk membangun sistem pencegahan, karena itu agak rumit," ujarnya.
Lapas kelas II B Sialang Bungkuk bobol pada Jumat lalu. Lebih dari 400 tahanan melarikan diri di tengah aksi protes terhadap tindakan sewenang-wenang para sipir dan pengelola Lapas. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, menilai aksi melarikan diri para tahanan dipicu praktik pungli di Lapas tersebut.
[ald]
BERITA TERKAIT: