Jubir KPK Buka-Bukaan Soal Penggeledahan Kemarin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 19 Januari 2017, 14:42 WIB
Jubir KPK Buka-Bukaan Soal Penggeledahan Kemarin
Febri Diansyah/Net
rmol news logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan terkait kasus baru yang masih dirahasiakan pada Rabu (18/1) kemarin.

Jurubicara KPK Febri Diansyah hanya memberi gambaran bahwa pengeledahan berlangsung di empat tempat di wilayah Jakarta Selatan.

Pengeledahan ini dilakukan dalam proses penyidikan sebuah kasus baru terkait dugaan suap.

"Ada indikasi suap lintas negara yang kita tangani. Nilai suapnya cukup signifikan. Jutaan dollar Amerika Serikat," ujar Febri saat dikonfirmasi, Kamis (19/1).

Terkait dokumen-dokumen yang disita dalam pengeledahan tersebut, Febri masih enggan membeberkannya. Begitu pula dengan tersangka dalam kasus dugaan suap ini.

"Kami belum bisa sampaikan secara rinci karena tim masih bergerak. Rinciannya akan kami sampaikan segera," ujarnya.

Kemarin, sekitar pukul 23.10 WIB, lima mobil tim penyidik KPK secara beriringan terlihat masuk ke ruang bawah tanah gedung antirasuah. Kelima mobil itu membawa beberapa penyidik.

Dari salah satu mobil tersebut, seorang penyidik keluar dengan memegang sebuah koper berwarna merah. Koper tersebut diduga berisi dokumen dan barang bukti terkait pengeledahan.

Informasi yang beredar menyebutkan, pengeledahan dilakukan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang di salah satu BUMN yang bergerak di bidang transportasi udara.

Kasus ini merupakan laporan dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin yang pernah memiliki saham di perusahaan plat merah di bidang transportasi udara.

Informasi lain menyebutkan, penggeledahan berlangsung di kantor BUMN yang bergerak di bidang transportasi.

Pihak PT Garuda Indonesia selaku BUMN yang bergerak di bidang transportasi udara telah membantah adanya penggeledahan.

Vice Presiden Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar menjelaskan sebagai perusahaan publik, Garuda Indonesia sudah memiliki mekanisme dalam seluruh aktivitas bisnis.

"Manajemen Garuda Indonesia menyerahkan sepenuhnya kepada KpK dalam penuntasan kasus tersebut, serta akan bersikap kooperatif dengan penyidik," kata Benny dalam pesan elektronik yang diterima redaksi.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA