Namun, tidak hanya Ahok, kuasa hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memanfaatkan waktu istirahat tersebut. Melainkan, massa dari kedua kubu pro dan kontra Ahok.
Sebagian dari mereka memanfaatkan area Bumi Perkemahan Ragunan yang berlokasi di seberang Auditorium D Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Para peserta unjuk rasa yang berada di area Buperta itu, membentangkan alas duduk dari spanduk atau terpal yang mereka bawa dari rumah.
Suasana Buperta yang ditumbuhi pohon-pohon rindang dan lapangan luas itu tentu menjadi pilihan alternatif bagi pendemo daripada berpanas-panasan di jalanan.
Beberapa dari mereka ada yang bersantap siang, sekadar minum, merokok hingga rebahan. Kebanyakan yang terlihat di sana merupakn usia dewasa dan orang tua
Namun, jika dilihat dari atribut yang menempel pada massa tersebut, didominasi dari kelompok kontra Ahok.
"Istirahat dulu lah. Masaa sidangnya doang yang istirahat, kita (pengunjuk rasa) juga perlu istirahat," timpal seorang pengunjuk rasa asal Bogor, Adi.
Selain massa pendemo, momen tersebut juga dimanfaatkan pedagang asongan untuk menjajakan dagangan mereka. Mulai dari pedagang kopi, mi instan, tahu, camilan, hingga air mineral.
Sidang Ahok diskors selama satu jam sejak pukul 12.00 WIB untuk istirahat shalat dan makan siang. Sebelumnya, majelis hakim baru mendengarkan keterangan satu dari enam saksi yang dihadirkan JPU. Yaitu, Ketua FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin.
[ysa]
BERITA TERKAIT: