"Kapolri baru harus mampu menunjukan komitmennya dalam melakukan pembenahan internal Polri secara sistemik dan pelayanan publik yang semakin terjangkau berbasis IT (informasi dan teknologi)," ujar Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad kepada wartawan, Rabu (13/7).
Menurutnya, pekerjaan rumah terbesar bagi Tito bukan hanya mampu menunjukan diri sebagai kapolri yang kompeten, tapi juga harus mampu membawa institusi kepolisian membangun sistem yang dapat meningkatkan kualitas layanan, serta menekan abuse of power dengan membangun polisi yang profesional dan amanah.
"Jangan ukuran keberhasilan polisi dilihat dari kemampuannya dalam mengungkap perkara atau kasus saja. Tapi jauh lebih penting keberhasilannya karena mampu meminimalisir keluhan masyarakat terkait gangguan keamanan dan pelayanan polisi secara kualitas maupun abuse of power," jelas Farouk yang juga mantan gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Tito Karnavian sebagai kepala Polri di Istana Negara, Jakarta hari ini. Parlemen menyetujui mantan kepala Densus 88 Anti Teror itu untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti dalam sidang paripurna 27 Juni lalu. Setelah sebelumnya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III.
[wah]
BERITA TERKAIT: