"Sebagai warga negara secara pribadi maupun Mendikbud, saya mengutuk kekerasan yang brutal dan di luar nalar ini," tegas Anies kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/5).
Anies menyebut kejadian ini merupakan pelajaran yang amat mahal bagi masyarakat bahwa keamanan anak-anak perlu diperjuangkan di dalam maupun di luar sekolah. Kemendekbud sendiri sedang bekerja untuk menghilangkan kekerasan terhadap pelajar dengan kampanye soal sekolah aman, regulasi baru penanggulangan kekerasan di sekolah serta upaya-upaya strategis lainnya.
"Betapun keras upaya kami untuk menjaga anak-anak di dalam sekolah, perlu keterlibatan orang dewasa di masyarakat untuk ikut menjaga anak-anak kita ketika berada di luar sekolah," tandas Anies.
Anies mengapresiasi dan mendukung penuh upaya proses hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang telah mengungkap kasus kematian Yuyun. Ia berharap agar para pelaku diberi hukuman setimpal agar jera.
Ia juga menyerukan dan mengajak masyarakat untuk terlibat dalam menjaga keamanan siswa saat berangkat dan pulang sekolah.
"Seperti juga pendidikan, keamanan adalah urusan bersama. Sekalipun keamanan secara konstitusional adalah tanggung jawab aparatur keamanan tetapi secara moral adalah tanggung jawab kita bersama," kata mantan rektor Paramadina ini.
"Orang dewasa harus ikut memperhatikan keselamatan dan keamanan anak-anak. Jika terlihat ada kondisi dan situasi membahayakan maka jangan diam dan mendiamkan," imbuh Anies
.[wid]
BERITA TERKAIT: